BeritaSekretariat

VALIDASI HASIL SURVEY RASIO ELEKTRIFIKASI

Dalam rangka pencapaian target Rasio Elektrifikasi 99,9 persen di Kabupaten Polewali Mandar, maka pada hari Jumat 6 April 2020, PT PLN (Persero) Sulawesi Barat melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Balitbangren Polewali Mandar. Koordinasi tersebut bertujuan untuk melakukan validasi dan mencocokkan data Rasio Elektrifikasi (RE) Desa.

Manajer UP3 PT PLN (Persero) UP3 Mamuju, Setiyawan, dalam paparannya menyampaikan Hasil Survey RE Tahun 2020 yang telah dilakukan sebagai berikut :

KABUPATEN

RE PLN

RE PLN + NON PLN

Polewali Mandar

92,62 %

93,30 %

Mamuju

79,28 %

87,20%

Mamuju Tengah

87,00 %

89,40%

Pasangkayu

85,77 %

92,70%

Majene

83,64 %

83,90%

Mamasa

53,57 %

86,80 %

Sulawesi Barat

82,67 %

89,70 %

Saat ini RE di Polewali Mandar telah mencapai 93,30 persen. Untuk mencapai target minimal 99,9 persen, meski persentase kekurangannya terlihat kecil yaitu 6,6 persen, tapi menjadi tantangan besar bagi PLN karena lokasinya berada di beberapa wilayah perdesaan yang aksesibilitasnya masih cukup terbatas

Untuk kecamatan dengan RE tertinggi adalah Wonomulyo (99,58%), Polewali (99,28%) dan Matakali (98,66%). Rumah tangga yang memiliki akses listrik tapi melalui sambungan (menyalur) ke rumah tangga yang memiliki meteran listrik, dalam perhitungan RE dikategorikan sebagai Rumah Tangga Belum Berlistrik.

Secara umum capaian RE Desa/ Kelurahan di Polewali Mandar sudah baik. Dari total 167 desa/kelurahan di Kabupaten Polewali Mandar, terdapat 53 desa/kelurahan yang Rasio Elektrifikasinya telah mencapai 100 persen. Yang artinya bahwa seluruh Rumah Tangga di desa/kelurahan tersebut sudah memiliki listrik sendiri.

 Namun masih terdapat 24 Desa/Kelurahan yang RE nya dibawah 75 persen, yaitu :
– Di Kecamatan Bulo : Patambanua (70,18%)
– Di Kecamatan Binuang : Kaleok (29,81%)
– Di Kecamatan Tapango : Kalimbua (74,79%), Riso (70,43%), Rappang (65,54%)
– Di Kecamatan Anreapi : Kunyi (67,12%)
– Di Kecamatan Matangnga : Katimbang (69,07%), Mambu Tapua (67,84%), Ba’ba Tapua (62,96%)
– Di Kecamatan Tutar : Taloba (74,25%), Poda-poda (68,53%), Taramanu (55,46%), Taramanu Tua (48,59%), Besoangin Utara (0%)
– Di Kecamatan Alu : Alu (73,63%), Puppuuring (24,05%)
– Di Kecamatan Tinambung : Batulaya (73,28%), Tangnga-Tangnga (32,81%)
– Di Kecamatan Balanipa : Lambanan (72%), Pambusuang (70,77%), Balanipa (68,13%), Tammajarra (63,60%), Galung Tuluk (60,58%), Lego (59,92%).

Khusus Desa Besoangin Utara yang belum sama sekali memiliki akses listrik, saat ini dalam tahapan pembangunan jaringan ke desa tersebut.

Manajer ULP Polewali, Sandy Sanggaria, yang turut hadir menyampaikan informasi bahwa dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi, PT PLN (Persero) memberikan diskon 50 persen biaya penyambungan listrik kepada :

  • Rumah tangga kurang mampu (terdata dalam BDT/ DTKS)
  • Rumah tangga (masyarakat) yang berada dalam desa 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)

Selain itu, melalui Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN juga memberikan diskon 50 persen biaya penyambungan listrik khusus kepada masyarakat muslim yang tidak mampu. Jadi masyarakat tidak mampu tersebut dapat mendaftarkan diri ke PLN terdekat, kemudian Tim PLN akan melakukan survey langsung kepada masyarakat yang telah mendaftar tersebut.

Pada akhir kegiatan, PT PLN (Persero) bersama Tim Balitbangren yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangren dan Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Balitbangren, menyepakati tabel Rasio Elektrifikasi Desa dan membuat Rencana Kerja untuk pemenuhan Rumah Tangga yang belum berlistrik, yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara pelaksanaan Validasi Bersama Rasio Elektrifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *